recent posts

GENDANG BELEQ : Keberadaannya Mulai Bergeser




Lembuak, Narmada
                                                                                 
Gendeng Beleq adalah alat musik tradisional Suku Sasak Lombok yang dimainkan secara berkelompok. Gendang beleq yang terdiri dari dua kata merupakan penggabungan bahasa Indonesia dan Sasak. “Beleq” dari bahasa Sasak berarti besar sedangkan "Gendang" hanya penambahan karena bentuknya yang menyerupai gendang pada umumnya di Indonesia. Pada zaman modern ini Gendang Beleq yang merupakan tradisi turun temurun nenek moyang kita di Lombok keberadaannya mulai bergeser dan ditinggalkan. Sebagian masyarakat lebih senang menyewa kecimol dengan alasan tarifnya yang lebih murah dan lebih bervariatif ketimbang Gendang Beleq. Nyongkolan masa kini lebih banyak digemari jika diiringi dengan kecimol, iring-iringan musik orkestra drum band yang menyajikan musik-musik dangdut dan pop modern dengan penari erotis yang membuat jakun para pria turun naik sehingga seiring dengan perkembangannya terjadi penyelewengan oleh oknum dari peserta kecimol itu sendiri. Untuk itu mari kita lestarikan eksistensi Gendang Beleq, khususnya untuk masyarakat Sasak Lombok yang belum menikah maupun yang sudah menikah tapi ingin menikah lagi sebaiknya untuk menggunakan Gendang Beleq sebagai iring-iringan musik agar keberadaannya tidak bergeser bahkan hilang. Jika tertarik, kalian bisa mengunjungi langsung salah satu sanggar Gendang Beleq yakni "Geger Girang" yang berada di desa Lembuak Timur Narmada. Adapun tarif yang ditentukan adalah tergantung lokasi yang di tuju, 1-2 juta rupiah untuk wilayah sekitar Narmada dan 3-4 juta rupiah untuk wilayah luar Narmada.
GENDANG BELEQ : Keberadaannya Mulai Bergeser  GENDANG BELEQ : Keberadaannya Mulai Bergeser Reviewed by Unknown on Desember 18, 2017 Rating: 5

15 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.